Pembelajaran Berdiferensiasi dan Keberagaman Siswa

Banyak guru atau pendidik mengeluh dengan jumlah siswa yang harus dilayani dalam kelas.Ada yang dalam kelasnya hanya terdapat 10 siswa, ada pula yang berjumlah hampir 50 siswa dalam satu kelas.

Lalu bagaimana cara agar semua siswa dapat terlayani dengan baik dan dapat belajar dengan efektif, Sedangkan karakteristik setiap anak di kelas berbeda-beda?

Tahukah bahwa setiap siswa memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda-beda?

Bagaimana gaya belajar mereka?

Apa minat mereka? 

Siapakah yang memiliki kesulitan menghitung di kelas?

Siapakah yang memiliki keterlambatan belajar?

Siapakah yang lebih suka menyendiri?

Siapakah yang lebih suka jika mereka bekerja kelompok?

Siapakah siswa yang lebih suka mendengarkn

Siapakah yang paling senang menulis?

Siapakah yang lebih senang berbicara? 

Kondisi siswa begitu beragam bukan? 

(https://pendidikkreatif.files.wordpress.com)

Kita sadar bahwa guru dihadapkan oleh keberagaman yang begitu banyak. Guru secara terus menerus menghadapi tantangan beragam dan harus memutuskan banyak hal dalam satu waktu. Keterampilan ini banyak yang tidak disadari oleh para guru, karena begitu terbiasanya hal ini terjadi di kelas dan guru terbiasanya menghadapi kondisi seperti ini. Berbagai usaha telah banyak guru lakukan yang tentu saja tujuannya untuk memastikan setiap siswa di kelas mereka berhasil dalam proses pembelajarannya.

Pembelajaran berdiferensiasi sebagai salah satu strategi agar siswa yang beragam dapat belajar yang efektif. Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Namun demikian, pembelajaran berdiferensiasi bukanlah berarti bahwa guru harus mengajar dengan 28 cara yang berbeda untuk mengajar 28 orang siswa. Guru tidak perlu memperbanyak jumlah soal untuk siswa yang lebih cepat bekerja dibandingkan yang lain. Pembelajaran berdiferensiasi juga bukan berarti guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kemampuan lemah dengan yang lemah. Pembelajaran berdiferensiasi bukan berarti guru harus memberikan tugas yang berbeda untuk setiap anak. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang rumit. Guru tidak perlu membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus. Guru tidak perlu berlari ke sana kemari untuk membantu semua siswa dalam waktu yang bersamaan. Kita harus sadar bahwa guru bukanlah manusia super yang bisa ke sana kemari untuk berada di tempat yang berbeda-beda dalam satu waktu untuk memecahkan semua permasalahan.

Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar siswa dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar siswa. Dengan demikian, guru perlu melakukan identifikasi kebutuhan belajar dengan lebih komprehensif, agar dapat merespon dengan lebih tepat sesuai dengan kebutuhan belajar semua siswa.

Seorang guru tentunya sudah mengetahui bahwa siswa akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar). Tugas-tugas yang berikan harus mampu memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang siswa (minat), dan siswa dalam mengerjakan tugas dimemberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar).

Dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi, guru perlu mempertimbangkan tingkat kesiapan siswa sehingga akan membawa siswa keluar dari zona nyaman mereka. Dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi baru lebih mudah.  Perlu diingat bahwa kesiapan belajar siswa bukanlah tentang tingkat intelegensi siswa. Namun bagaimana pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki siswa saat ini, apakah sudah sesuai dengan keterampilan atau pengetahuan baru yang akan diajarkan? Guru harus melakukan identifikasi/pemetaan kebutuhan belajar siswa berdasarkan tingkat kesiapan belajar? Guru seharusnya melakukan modifikasi tingkat kesulitan pada bahan pembelajaran, sehingga dipastikan siswa terpenuhi kebutuhan belajarnya.

Minat sebagai salah satu yang perlu diperhatikan seorang guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Dengan memperhatikan minat, guru dapat membantu siswa menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan kecintaan mereka sendiri untuk belajar dan meningkatkan minat/motivasi siswa untuk belajar.

Kita menyadari bahawa minat setiap siswa tentunya akan berbeda-beda.siswa yang berbeda akan menunjukkan minat pada topik yang berbeda. Maka guru hendaknya menjaga minat siswa tetap tinggi sehingga dapat meningkatkan kinerja siswa.Namun demikian pembelajaran berbasis minat seharusnya tidak hanya dapat menarik dan memperluas minat siswa yang sudah ada, tetapi juga bisa membantu siswa menemukan minat baru.

Sebagai seorang guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara natural dan efisien. Namun demikian, sebagai guru, kadang-kadang kita secara tidak sengaja cenderung memilih gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar guru tersebut.  Padahal kita tahu setiap anak memiliki gaya belajar sendiri. Maka guru harus memiliki kesadaran tentang ini sangat penting agar guru dapat memvariasikan metode dan pendekatan mengajar mereka sesuai profil belajar siswa yang berbeda-beda. Hal ini dibutuhkan agar guru dapat memfasilitasi belajar yang efektif dengan kondisi siswa yang berbeda. Sebagai contoh mungkin ada anak yang tidak dapat belajar di ruangan yang terlalu dingin, terlalu bising, terlalu terang. Terdapat pula siswa yang santai atau terstruktur, pendiam atau ekspresif, personal atau impersonal.

Demikian pula dengan gaya belajar, ada siswa yang cenderung lebuh mudah belajar secara visualpengelihatan), auditori (pendengarkan) atau kinestetik (gerakan). Mengingat bahwa siswa-siswa kita memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, maka penting bagi guru untuk berusaha untuk menggunakan kombinasi gaya mengajar sesuai dengan kondisi siswa yang beragam.

Tags

#buttons=(OK! Siap.) #days=(20)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari Selengkapnya
Accept !