Metode Four -Me (Mengumpulkan, Membersihkan, Merangkai dan Menggunakan) dalam Pengolahan Sampah di Kelas 3 SD Negeri Candirejo 1, Borobudur

Penulis: Rina Setyaningsih, S.Pd

SD N CANDIREJO 1 KEC. BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG 

Editor: Nadin Aulia

Metode Four -Me (Mengumpulkan, Membersihkan, Merangkai dan Menggunakan) dalam Pengolahan Sampah





Di Era saat ini, sampah merupakan permasalahan yang tidak dapat disepelekan, karena dapat mengakibatkan berbagai permasalahan baik dari segi kesehatan maupun lingkungan. Sampah merupakan material sisa hasil aktivitas yang dibuang sebagai hasil dari proses produksi, baik itu dalam industri maupun rumah tangga. Dapat dikatakan sampah adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh manusia setelah proses dan penggunaannya berakhir. Adapun material sisa yang dimaksud tersebut adalah sesuatu yang berasal dari manusia, hewan, ataupun dari tumbuhan yang sudah tidak terpakai. Wujud dari sampah tersebut bisa dalam bentuk padat, cair, ataupun gas. Sampah biasanya berupa barang yang dibuang oleh pemiliknya misalnya kotoran, kaleng minuman, daun-daunan, kertas, plastic dan lain-lain.

Tidak dapat dipungkiri bahwa semua kegiatan yang kita lakukan saat ini, baik kegiatan di rumah, Sekolah ataupun di luar banyak sekali menghasilkan sampah terutama sampah plastik. Dengan adanya permasalahan ini, terutama dalam kegiatan di sekolah. Tentunya sebagai guru terdorong dan tergerak untuk mengatasi permasalahan, bagaimana caranya agar anak peduli dan sadar sampah. Apabila kita perhatikan kebiasaan anak untuk peduli dengan sampah tidak ada, karena mereka tidak menyukai sampah. Maka untuk itu guru perlu memberikan kegiatan Four-Me (mengumpulkan, membersihkan, merangkai dan menggunakan)  kepada siswa kelas 3 agar mereka paham dan mengerti bahwa sampah  ada manfaatnya. Mereka dapat mengunakannya kembali. Sehingga mereka akan lebih peduli dan sadar sampah.


Menurut Basriyanta (https://www.pinhome.id/blog/pengertian-sampah-menurut-para-ahli/), suatu barang dikatakan sampah jika barang tersebut tidak lagi atau tidak dapat dipakai sehingga dibuang oleh pemiliknya, akan tetapi Basriyanta menambahkan bahwa sampah masih dapat dipakai jika di olah atau di daur ulang lagi. Menurut KBBI mengatakan bahwa sampah adalah barang yang dibuang oleh pemiliknya karena tidak terpakai lagi atau tidak dinginkan lagi, barang ini misalnya kotoran, kaleng minuman, dedaunan , kertas. Sampah dibedakan menjadi dua yaitu sampah organic dan anorganik.dari sampah ini apabila  dilakukan  pengolahan yang benar maka akan bermanfaat dan berguna.


Pada awalnya guru perlu membiasakan agar anak peduli dengan kebersihan mereka secara pribadi entah dari kebersihan badan, kebersihan pakaian ataupun kebersihan makanan yang mereka konsumsi. Mereka diberikan pengertian bahwa mereka memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihannya. Setelah mereka memahami dan menyadari pentingnya menjaga kebersihan maka mereka akan peduli dengan kebersihan lingkungan sekitar.


Untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, maka anak-anak khususnya kelas 3 diminta untuk membawa wadah makan dan minum sendiri dari rumah setiap mereka akan membeli makanan mereka membawa wadah tersebut ke penjual. Apabila ada snack olahan pabrik maka mereka akan mengumpulkan, membersihakan, merangkai bahan tersebut untuk kemudian diolah menjadi barang yang dapat bermanfaat. 

Dengan kegiatan ini mereka berlomba-lomba mengumpulkan plastik bekas jajanan mereka untuk kemudian dibuat hasta karya yang menarik dan lebih indah tentunya. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk hiasan dinding di kelas ataupun di rumah mereka.


#buttons=(OK! Siap.) #days=(20)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari Selengkapnya
Accept !