Pulihkan Pendidikan Pasca Pandemi dengan Pendidikan Budi Pekerti

Penulis: RINA DEWI MARINA, S. Pd

SD Negeri Tinjumoyo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang 

Editor: Nadin Aulia



Beberapa dekade terahir pendidikan kita mengalami banyak hambatan dan tantangan. Apalagi 2 tahun terakhir ini terkena dampak global pandemi Covid-19. Bisa diibaratkan kemampuan usia anak kelas 5 di Sekolah Dasar, setara dengan kemampuan anak usia siswa kelas 3. Ini hal yang sangat miris yang pernah dan sedang dihadapi oleh pendidikan kita. Maka masa sistem pendidikan normal baru harus menjadi titik awal perubahan terhadap arah dan cita-cita pendidikan di Indonesia.


Semua stakeholder harus mamahami bahwa setiap anak memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Maka setiap diri mereka memiliki peluang yang sama untuk berkembang sesuai dengan keunikannya masing-masing. Maka Bapak pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa tugas sebagai seorang pendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada dalam diri mereka. Agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Narasi ini dapat dianalogikan sebagai seorang petani yang merawat padi. Baik buruknya tumbuhan padi tergantung sebagaimana petani merawat tanaman padinya.


Budi pekerti menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan dewasa ini. Perkembangan zaman yang anak dihadapkan pada permasalahan globalisasi arus informasi yang tak terbendung. Maka filter Budi pekerti harus diperkuat dari masa usia anak-anak. Disinilah peranan kita sebagai pendidik di sekolah, rumah maupun lingkungan. Karena sejatianya setiapindividu dari kita adalah pendidik.


Kita harus menyadari fungsi kerja yang kita lakukan penanganan mendidik anak. Sebagai seorang dewasa harus mampu menghaba pada anak. Maksudnya apa? Kita memandang anak dengan rasa hormat, kasih sayang, dan penuh kesabaran. Maka setiap dari kita menjadi bagian dari perkembangan sosial mereka. Agar tumbuh budi pekerti yang kita harapkan sebagai pembentukan watak individu anak. Untuk itu kita perlu membangun lingkungan yang bermanfaat bagi anak untuk berlatih hidup bermasyarakat. Hal ini sangat diperlukan anak di usia sekolah dasar mereka dalampembentukan karakter individu dalam upaya membangun budi pekertinya.


Bagaimana cara membangun lingkungan yang siap membentuk pribadi-pribadi baru ini agar memiliki budi pekerti yang luhur? Maka kita harus mempersiapkannya dengan baik. Salah satunya yaitu mempersiapkan lingkungan sekitar anak. Manfaatkan basis aset yang ada di sekitar perkembangan anak. Aset yang dimaksud diantaranya adalah aset biotik, manusianya yaitu guru disekolahnya. Yang mendidik dan menuntun dari sisi pendidikan formal. Yang ke dua adalah aset manusia dari sisi rumahtangga yaitu orang tua, pihak  yang berperan penting dalam mempersiapkan anak-anaknya. Menjadi orang tua yang memberikan fasilitas rasa tanggung jawab anak. Sehigga anak juga memiliki rasa tanggung jawab untuk menjalankan komitmen yang dibuatnya sendiri. Kemudian yang ke tiga adalah aset masyarakat sekitar. Jadi setiap warga masyarakat bekerjasama untuk menjadi orang tua asuh bagi setiap anak yang ada di lingkungannya. Dengan kasih sayang yang sama seperti di sekolah maupun di rumah.


Aset yang ke dua adalah aset abiotik. Yang dimaksud adalah aset yang mendukung perkembangan budi pekerti anak dari sisi pendukung. Contoh kongkritnya adalah infrastruktur yang mendukung. Contohnya kesenian, adat istiadat, budaya dan nilai-nilai luhur. Ini sangat penting diangkat sebagai pendukung agar lebih maksimal. Anak diajarkan dengan tata krama,unggah-ungguh yang baik terhadap orang yang lebih tua. Bagaimana nilai mengajarkan berbuat terhadap yang lebih muda dari usia mereka. Ini pun harus dari semua lini bekerja sama dengan baik. Sekolah formal, keluarga dan juga lingkungan yang akhir-akhir ini terjadi banyak pergeseran.


Maka, mari semua lini menjadi subjek pendidikan bagi anak-anak masa depan bangsa. Kita ambil bagian dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa seperti amanah undang-undang. Karena setia individu adalah guru bagi anak-anak masa depan bangsa.

#buttons=(OK! Siap.) #days=(20)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari Selengkapnya
Accept !