Virus Varian Baru dari Wabah yang Mengancam Keberlangsungan Pendidikan di Masa Tatanan Normal Baru

Penulis: Yuni Astuti, S.Pd.SD

SDN Ringinputih 3, Borobudur Magelang

Editor: Nadin Aulia


Virus Varian Baru dari Wabah yang Mengancam Keberlangsungan Pendidikan di Masa Tatanan Normal Baru






Munculnya virus varian Omicron BA.4 dan BA.5 sebagai wabah baru di Indonesia yang turut membuat masyarakat resah karena berita tersebut. Beberapa bulan terakhir proses belajar mengajar sudah kembali secara luring, menjadi was-was. Bagi para pendidik, murid dan orang tua mengalami trauma selama  dua tahun pembelajaran jarak jauh, takut terulang kembali. Kesehatan semua pihak baik guru ataupun murid-murid yang masih dibawah umur dan rentan terkena virus tersebut harus diutamakan. Untuk itu perlu upaya pencegahan dari pihak sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Varian ini terbilang menimbulkan sebuah risiko infeksi ulang yang lebih tinggi dari pada sebelumnya, adahal para guru dan murid baru saja menikmati kembalinya ke sekolah setelah sekian lama melaksanakan proses belajar mengajar dirumah, tetapi kemunculan Omicron justru membuat harapan hidup normal kembali harus ditingkatkan kewaspadaanya.

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa varian Omicron BA.4 dan BA.5 lebih kuat dan bermutasi, tetapi sebagian lain mengatakan terkait varian omicron hanya disimpulkan sebagai penyakit biasa jika individu yang terserang sudah melakukan vaksin hingga booster. Untuk itu perlu upaya mitigasi dari pihak sekolah terkait murid sekolah dasar yang harus di vaksin, dengan tujuan keselamatan semua murid dan orang-orang di sekitarnya.

Tetapi dalam kasus ini masih banyak para siswa sekolah dasar yang belum melaksanakan vaksin booster, dengan alasan masih dibawah umur dan opini lain terkait dampak vaksin yang disimpulkan dapat mematikan. Bahkan rata-rata dari orang tua murid yang tidak setuju jika anak harus di vaksin, karena menganggap vaksin adalah suatu tindakan yang dapat membahayakan anaknya. Alasan ini tidak bisa dibenarkan ataupun disalahkan, sehingga sekolah harus kembali mematok apa yang harus dikerahkan guna keberlangsungan proses belajar Normal Baru.

Dalam permasalahan ini perlu adanya kegiatan sosialisasi kepada orang tua dan juga murid tentang pentingnya vaksin untuk kehidupan di era pandemi. Dengan memberikan beberapa pengetahuan terkait manfaat vaksin dan bahaya jika tidak di vaksin. Selain itu vaksin juga merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan di era saat ini, karena sudah menjadi suatu syarat yang wajib bagi masyarakat untuk melaksanakan program tersebut meski terkadang masih beranggapan bahwa hal itu hanya sebuah kecaman dari pihak yang berwenang.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan saat ini memaksa masyarakat untuk harus dan wajib mematuhi peraturan, meski wabah sudah mulai mereda, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan tujuan meminimalisir terinfeksinya varian Omicron BA.4 dan BA.5. Sebab dapat diketahui bahwa dari tingkatan sekolah, siswa-siswi sekolah dasar lebih sering menerapkan proses belajar mengajar di sekolah, padahal mereka lebih rentan terkena virus dari pada murid sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Hal tersebut harus kembali dimutasi agar tidak terjadinya hal yang tentunya tidak diinginkan, dengan melihat angka kesehatan para murid demi keberlangsungan pembelajaran yang dapat dipahami dengan baik dan benar. Sekolah harus mengambil tindakan yang tegas, jika memang ingin melaksanakan proses belajar mengajar secara luring tetap berlangsung pastikan semua murid dan guru serta semua pihak sudah di vaksin.

Jika hal tersebut sudah terlaksana dengan baik, maka tidak ada lagi hal yang perlu dikhawatirkan. Proses belajar mengajar sangat optimis akan berjalan efektif dan murid bisa kembali merasakan masa kecil yang seharusnya, dengan belajar di sekolah, bertemu para guru dan teman-teman merupakan suatu hal yang indah dalam lingkungan sekolah dasar.

Kebijakan ini perlu diperhatikan oleh pemerintah dan pihak sekolah, jangan menganggap sepele terhadap varian Omicron BA.4 dan BA.5, tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan serta menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudut sekolah untuk mencegah munculnya bakteri dan virus yang dapat terjangkit pada murid dan semua pihak di sekolah, semua harus bersama-sama melawan dan ikut menjaga kebersihan guna untuk kesehatan seluruh masyarakat sekolah.

#buttons=(OK! Siap.) #days=(20)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari Selengkapnya
Accept !